A Note to Friends in KoRem 141
Terlibat dalam kegiatan pelayanan di Gereja sungguh merupakan kesempatan yang menyenangkan. Lewat itu selain torang bisa melayani Tuhan, torang juga bisa belajar untuk berorganisasi, bersosialisasi dengan teman-teman yang bermacam-macam latar belakangnya, belajar berbagai keterampilan dan menemukan talenta-talenta kita. Misalnya yang dulu nintau baca not sekarang bisa nyanyi di koor, yang dulu paling tako bicara di muka orang banya sekarang jadi senang tampil (ambisi!!), yang dulu berdoa bisanya cuma satu dua kalimat sekarang bisa berdoa dengan lancar dan terstruk
tur, dan lain-lain. Bahkan, lewat berbagai proses yang torang alami di pelayanan, torang dapat mengenal lebih dalam tentang karakter dan kepribadiannya torang sendiri. Oh ya amper lupa, buat sebagian teman-teman kita, aktivitas pelayanan di Gereja juga ‘berjasa’ memberikan mereka kesempatan untuk kenal dan punya hubungan khusus dengan someone mereka, hehe…iya kan, ngaku deh…
Daftar manfaat-manfaat yang torang dapatkan dari pelayanan di Gereja yang ditulis diatas itu baru sebagian, dan kita percaya teman-teman bisa melanjutkan daftar itu dengan lebih banyak lagi manfaat-manfaat yang teman-teman temukan…. Dan itu bagus sekali. Nah… normalnya, kalo torang mengetahui ada sesuatu yang begitu bermanfaat dan mendatangkan hal-hal positif buat torang pe diri, torang akan dengan setia melakukannya – dengan senang hati. Normalnya juga, kalo torang tau segitu banyaknya hal positif yang torang boleh dapatkan lewat pelayananan yang torang lakukan, tentu torang akan dengan setia, joyfully and gratefully melakukannya. Tapi sayangnya, torang seringkali terjebak untuk melakukan torang pe pelayanan itu sebagai pekerjaan yang rutin sifatnya. Analognya rupa ini: karna torang mahasiswa, torang kuliah dari Senin sampe Jumat. Kalo nda kuliah boleh sih… mar nanti orang bilang mahasiswa apa le ini. Sama juga, karna torang pengurus, torang datang ibadah remaja untuk melayani. Boleh sih nda datang, mar nanti pengurus laen bilang apa… Kadang, sadar atau nda, torang melayani hanya karna torang pe tuntutan status sebagai pengurus. Bukan lagi karna torang rindu untuk mendapatkan berkat dan menjadi saluran berkat buat orang lain khususnya remaja. Melayani jadi kegiatan rutin yang, sudah untung kalo torang mo beking. Torang nda lagi dengan senang hati, dan dengan bersyukur masih dapat kesempatan itu. Bahkan kadang, jujur, kita sendiri pernah berpikir… pelayanan 2005-2007? Masih lama kang? Yah begitulah…. Di balik “keambisian” yang teman-teman lihat, ada saatnya kita burn-out, lelah, dan pingin ni masa kepengurusan cepat2 abis. Sebenarnya kita malu menulis ini, mar kita mantapkan hati mo meneruskan apa yang kita tulis, dengan harapan teman-teman jangan pernah sampe di keadaan rupa kita tadi. Lelah dan ingin ni masa pelayanan cepat2 abis. Kenapa? Karna sekarang setelah hampir pasti kita akan kehilangan kurang lebih 16 bulan masa pelayanan di KoRem 141, tiba-tiba semua kesempatan untuk melayani jadi terasa sebagai sesuatu yang berharga. Sangat berharga. Kita baru sadar, bahwa kesempatan untuk sama-sama melayani nda akan selalu ada buat torang. Torang nda akan pernah tau… Mungkin saat ini torang berpikir, 2005-2007, masih banyak le kwa torang pe kesempatan utk melayani. But who knows besok apa yang akan terjadi dengan torang… bisa saja kesempatan untuk melayani seperti sekarang nda akan lagi torang miliki. Kesehatan, torang pe keberadaan saat ini, torang pe Gereja yang megah dan kesempatan beribadah dan melayani dengan bebas itu nda abadi sifatnya. Selalu akan ada kemungkinan bahwa besok keadaan jadi berbeda sama sekali. That’s why, sebelum semua itu terjadi kita rindu skali teman-teman ingat untuk menghargai torang pe kesempatan utk melayani bersama di KoRem 141, dan menggunakan tiap kesempatan yang ada dengan hati bersyukur. Dengan senang hati. Dengan sungguh-sungguh, as if tomorrow never comes. Seperti ini kesempatan terakhir teman-teman untuk melayani. Seperti ini kesempatan terakhir teman-teman mo ngemsi, sesiap LCD, lagu-lagu, ator-ator mike, suru maju pa ade-ade remaja… seperti ini kesempatan terakhir iko PEPS, kesempatan terakhir dapa teguran dari Ci Oliv (ampun ci!! ^_*), seperti ini saat terakhir sama-sama di KoRem 141 dalam fellowship of friends… Sehingga segala sesuatu yang torang lakukan bisa membawa arti, bukan lagi hanya jadi rutinitas yang torang lakukan sebagai pengurus.
What’s more, qta rindu teman-teman bisa melayani dengan sungguh-sungguh bukan hanya karena ada berbagai manfaat dan berkat yang torang bisa dapatkan lewat pelayanan, tapi juga karena torang ingin menunjukkan kpd Tuhan bahwa torang benar-benar cinta padaNya. Kepada seseorang yg benar-benar torang cintai, torang pasti rindu utk selalu berikan yang terbaik, right? Teman-teman, di depan kalau Tuhan masih berikan kesempatan, ada berbagai rencana yang torang ingin jalankan. Program Pembimbing Remaja, Kamp Remaja mungkin, dan banyak rencana lainnya. Mari hargai dan gunakan tiap kesempatan melayani yang dipercayakan Tuhan pa torang dengan sungguh-sungguh. Selagi kesempatan itu masih ada. Kita nda tau what lies ahead, tapi kalau Tuhan berkenan kita akan pergi untuk kembali (lagu ini!?!) di awal 2007 nanti. Kita rindu saat kita pulang nanti dan kembali ke KoRem 141, kita akan melihat wajah-wajah yang benar-benar enjoy melayani, dan karenanya pelayanan di KoRem 141 bisa terus maju, semua demi kemuliaan nama Tuhan. Mari sama2 berdoa utk itu. Walaupun nda sama2, ta harap trg bisa tetap punya “fellowship of prayers”.
Oh iyo, skalian minta maaf kalo selama melayani sama-sama ada hal-hal yg kita beking yg menyakitkan dan mengecewakan, hiks…hiks! Truly I didn’t mean to do that. Terakhir, mari torang melakukan yang terbaik buat Tuhan. Seperti yang kita kutip dari nice e-mail yg kita baca:
"The day will come when you will review your life and be thankful for every minute of it. Every hurt, every sorrow, every joy, every celebration, every moment of your life will be a treasure…That’s why today is called a PRESENT!" Will miss u a great deal!!