BERTAHAN DISANA
Saturday, August 27th, 2005Well, this time the ‘goodbying syndrome’ menyerang lebih kuat dari keberangkatanku yang lalu. Padahal kalo mo dipikir sama saja ya, aku toh someday pasti akan balik ke Manado lagi, cuma masih lama…. Jadi rasa berat itu lebih dahsyat, karna udah terbayang akan hal2 yg harus aku tinggalkan disini.
Anyway, tadi pesawatnya transit di Makassar. Aku jadi ingat perjalananku dengan Irma dan Alu tgl. 5 Februari tahun 2004 lalu, wkt itu kita pada mo magang. Kita juga transit di Makassar, dan aku sama Alu cekikikan lihat tanah sekitar bandara Hasanuddin yg berbukit2, hihi… bentuk bukitnya lucu2. Waktu itu aku ingat banget, kita semua merasa berat utk berangkat, Alu bahkan bilang Mamanya yg ngepack bajunya, karna dia nggak sanggup, haha…. Waktu itu terbayang wow…. 6 bulan magang, lama banget. Kita masing2 meninggalkan kenyamanan di rumah, dan merelakan hilangnya jam bobo siang. Smua yg berat2 terbayang, spt gimana kita bertahan dengan makanan disana, transport disana, keluarga ‘inang’ kita disana, teman2 kerja disana, tone kerja disana… Karena itu perjalanan dengan mereka jadi terasa sangat menghibur karna kita bisa saling share kecemasan2 kita, juga share kejadian2 di Highland yg wkt itu lagi #1 topic…
Akhirnya Alu dan Irma magang di Sby, en aku di Bdg. Awalnya mmg terasa berat, apalagi kantorku jauh2 banget, ganti angkot 3 kali, kejar2an, desak2an, dan saling umpat dengan supir jurusan 05… Jadi deh dari rumah cantik2 nyampe kantor udah lecek. Tapi toh ternyata setelah dijalani, sekarang aku mengingatnya dengan senang, bahkan ada rasa ingin kembali ke saat2 itu lagi. Memang benar kata Papa, bahwa segala sesuatu yg berat setelah kita jalani pasti akan bisa dikenang dengan senyuman.
Berharap perjalanan kali ini, seberat apapun, suatu saat bisa kukenang dengan senyuman juga.
Bisa bertahankah kau disana?
Bisa bertahankah sayang?
Coba bertahanlah kau disana…
Coba bertahanlah sayang…
(S07- Bertahan disana).


