Letting go…

Dalam beberapa jam lagi i will soon leave my place of birth and place of living for +- this 22 years. I’ve packed my bags, and once again, GA 605 will fly me to Jakarta. Kemaren malam sempat ada ’serangan blue feeling’…. tepatnya pas baca message FSnya Lilis. Lilis bilang kalo dia nulis sambil nangis saking sedihnya, huaduh… siapa yg gak ikutan sedih kalo gitu Lis, hehe… Terus juga baca blog dan message dari Shinta yg quite the same, ttg hal2 yg akan kita tinggalkan di belakang (nongkrong di NKB berjam2 dari nunggu sunset sampe malam, ngegossip sana sini, ketawa2 dll).
Trus teman2 SDku, Amel, Lisa, Ia, en Leo juga ngumpul dirumah semalam. Saat mereka pergi langsung terasa sepinya. Aku saat itu jadi wondering, apa aku akan punya teman2 seperti ini disana…  Sempat iri sama nomadic tribes, yg selalu pindah sana sini tanpa punya satu tempat yg disebut rumah, jadi pasti mereka gak akan kehilangan dan sedih saat ninggalin tempat lama.

Syukurlah perasaan itu cepat berlalunya. Saat aku buka email, ada pesan dari senior2 di ISS yg surely bikin hati tentram. Belum ketemu aja mereka udah sgt welcomenya. Trus juga ada email dari Mbak Mo yg bilang akan ngasih rice cooker, hiks…hiks… jadi terharu. Kita bahkan belum pernah ketemu! Ada juga msg dari Ci Melan yg bilang kalo   dia masih punya stok roa disana dan akan masakin buat aku. Wah… bener2 deh, langsung ditenangkan hati ini. Aku belum tau akan seperti apa disana, tapi aku yakin Tuhan akan tetap memberi teman2 yang peduli.

Selain teman2, segera aku juga akan ninggalin rumah, mom & dad, and Meo, Echel, Jessica, dan Kyla yang sedang lucu2nya. Aku pasti akan kangen pijetan papa, obrolan di meja makan dengan mama, saat2 main sama dogs berempat ini… Belum lagi masakan2 yg ada disini, hiks…hiks… Tapi sekarang aku bersyukur punya segala sesuatu yg pasti akan aku kangeni ini. Coz i know that someday i’ll be back here dan akan menemukan kehangatannya kembali. Nggak berubah. Itulah indahnya punya a place called ‘home’…..

Come what may…

Leave a Reply