Archive for September, 2005

HE Provides…

Friday, September 30th, 2005

Satu bulan sudah.

Tanpa homesick,tanpa nightmares, tanpa kekurangan apa-apa.

Tadi aku iseng2 baca imel2 lama dan juga arsip blog-ku bulan2 lalu. Saat aku masih bingung2nya dengan segala hal tentang StuNed, ISS, The Hague dan cara hidup disana. Jadi tersenyum-senyum sendiri… Contohnya, ada senior di ISS yg jadi tempat aku tanya2 dulu, ku kira dia mbak Suci, abis nama imelnya ‘Sucihati’… Eh, akhirnya sekarang aku baru tau, ternyata dia ‘mas’, haha… Pantesan aja kucari2 di ISS sini gak ketemu juga yg namanya ‘mbak Suci’ itu. Waktu itu, seberapapun jelasnya dia, bang Qori ato ci Maureen kasih info ttg ISS, rasanya adaaa aja yang masih perlu ditanyain. Ternyata setelah kubaca sekarang udah jelas banget tuh padahal, hehe…. dogol ya? Tapi kan wajar, setelah mengalami sendiri baru semuanya terasa jelas.

Terus, membaca juga salah satu tulisan blogku saat aku lagi sedih dan bingung… Wkt itu aku takut kalo akan mengalami culture shock? Kenyataannya? Mmm…. culture shock seperti apa ya? Aku justru sangat suka dengan segala keteraturan hidup disini, susu dan es krim yang murah, snickers dan aneka coklat yang selalu ada di mejaku, pofertjes yang enak rasanya… wah, siapa juga gak betah, hihi… ukurannya makanan terus!!! Dulu aku juga bayangin, duh, gak makan nasi sehari tiga kali kuat gak ya? Ternyata? Dua hari gak makan nasi pun gak pa-pa, rotinya ngenyangin banget!

Waktu itu aku juga khawatir gak akan punya teman. Aku nulis "Ngebayangin aku harus menyesuaikan dengan teman2 baru gak tau dari negeri mana yang bisa saja sangat cuek dan self centered". Kenyataanya? Mmm… benar sih teman2 dari berbagai negara, tapi self centered? Noo… Kita disini saling peduli juga kok. Jauh deh dari self centered. Dan aku seneng banget bisa berkenalan dengan orang2 dari berbagai penjuru dunia, dengan nama2 mereka yang susah banget disebut, misalnya fo eno atau guang zou (tau deh kalo tulisannya bener).

Aku juga jadi ingat, waktu pas sampai, aku tuh sempat sedikit kecewa… kok dapat dorm yg jauh dari kampus ya… Waktu baru sampe itu, teman2 yang dapat di Dorus enak banget bisa langsung ‘check in’ dan tidur. Lha aku, mas budi dan mas kris, harus menarik-narik koper kita yang bujubuset banyak banget itu, jauh sampai ke halte Mauritskade, lalu sampe di dorm diantar mas TB. Waktu itu Gondelstraat 31 masih sepiii…banget. Sempat mikir, duh betah gak ya? Eh tapi setelah sekarang kubandingikan, aku bersyukur banget deh bisa kebagian di Gondelstraat ini. Anak2nya rame, dan gak begitu individualistis dibanding yg tinggal di dorm lain. Mungkin bukan masalah individualistis, tapi tepatnya kesibukan saja. Kalo di dorm lain kan penduduknya campur, banyak old batch juga. Old batch kan pada sibuk bikin thesis… mana ada waktu mereka. Kalo di dormku, cuma satu old batch, sisanya new batch semua yg relatif masih punya lebih banyak waktu. Jadinya kita masih bisa kumpul2 dan ngobrol di kitchen, wah, seperti suasana rumah deh. Mana teman2ku disini asik2 smua lagi, gak kurang kasih sayang deh pokoknya.

Well, pokoknya benar2 aku bisa rasakan, ternyata semua gak seseram yang aku bayangkan. Dan thanks God, aku diberiNya semua hal yang kuperlukan, jadi sebulan di Netherlands ini bisa kunikmati dengan senyuman.

Seminggu orientasi udah lewat.

Malam-malam penuh welcome party udah lewat.

Kuliah udah berjalan dengan segala daftar bacaan yang gak ada habisnya, membuat hari2 dan minggu2 seperti terbang, cepat sekali.

It’s been a month. Betah.

Night ride…

Wednesday, September 28th, 2005

Whew, its very cold outside, but i really enjoy my first night-ride. Aku tadi mo ke welcome party-nya WGD dengan trem karna takut sepedaan malam2, tapi kata Pia, come on, let’s go by bike!!! Jadi deh aku ke Sunneke sana dengan bersepeda ria.

Partynya asik, we have Dubravka- my senior lecturer and convenor- DANCING!!! Waduh, di indonesia mana mau dosen dance bgt bareng studentsnya… Asik deh, kita dance dipimpin anak2 Afrika. Kata aku sih, gayanya sama aja kayak poco2, tapi dimodif dikit. Whateva, yg penting fun deh…

Di party tadi, ada beberapa teman yg blg kalo it looks so easy for me to make friends… aduh masa sih… jadi malu ^_^. Well, aku cuma berusaha have fun dan rame2 aja sih… sambil mencari-cari teman yang gila. Tapi sayang sekali, gak tau mereka masih ja’im, ato pengaruh umur, ato apa ya… kok pada serius semua sih?

Mofis from Bangladesh. I’m having nice conversation with him untill he asked me, tell me about the political situation in your province! Oh my God… bete gak sih…

Abineth from Ethiopia. Terlalu pendiam dan tidak mau dance.

Pia dari Costa Rica. Gak tau kenapa, tampangnya bete tadi… mungkin mengingat2 daftar bacaan kita kali… tu anak rajin banget emang, dan sangat membuat aku terintimidasi karna dia tinggal exactly next my door, dan dia slalu membaca- never see her in the kitchen. Dan lihatlah aku yg memilih nulis blog daripada nulis jurnal ^_^

Halima from Tanzania. Mmm… lumayanlah, pengalamannya banyak banget di WGD, tapi asiknya dia gak sok tau.

Caro from Uganda. Mmm… dia juga lumayan, dalam arti gak malu dan tidak ja’im utk mengakui kalo dia pusing tiap abis kelas Gender Discourses. Looks nice, walopun dia slalu manggil aku dng nama ‘Christina’.

Kara dari USA. Huaduh aku rada takut ngomong sama dia, karna ngomongnya itu cepat banget booo… Tapi dia jg looks nice, suka yoga dan terlihat sangat independen.

Tina dari USA. Mmm… ngomong seperlunya saja, belum tau.

Manasi dari India. Tadi lucu lho waktu nari, apalagi dia pake selendang gitu, jadi ingat film India, hihi…

Rilda, indonesia. Nggak datang.

Thu dari Vietnam. Tampaknya baik dan masih bisa diajak bercanda, mungkin kalo udah dekat akan asik temenan sama dia.

Patricia dari Ghana. Udah umur 42 jadi keibuan gitu lho… tapi tadi dia juga dance lho, bahkan dia ajarin aku tarian asalnya dia. Its fun!

Chandra, Indonesia. Aduh mbak chandra tadi lemes….karna visa suaminya belum juga keluar. Mellow deh. Tapi dia baik, dan gak sombong kayak anak metro tv itu.

Lilly dari Kenya. Nah ini dia yg tampaknya rada gila. Dia gak pernah baca artikel katanya, cuman baca jurnal2 kita semua lalu digabungin, dan dapatlah dia jurnal versi dia tanpa harus membaca ratusan halaman. Dasar!!!

Becky dari USA. Gak datang juga. Orangnya cantik… tapi belum kenal dekat.

Well, aku menulis ini utk jadi bahan reference suatu saat nanti. Apa yg kuduga ttg mereka benar, ato gak… only time will tell. Mudah2an aku bisa make a very nice relationship with them, my classmate!

Here With Me…

Wednesday, September 28th, 2005

DisplayI didn’t hear you leave
I wonder how am I still here
And I don’t want to move a thing
It might change my memory

[Chorus:]
Oh I am what I am
I’ll do what I want
But I can’t hide
I won’t go
I won’t sleep
I can’t breathe
Until you’re resting here with me
I won’t leave
I can’t hide
I cannot be
Until you’re resting here with me

I don’t want to call my friends
They might wake me from this dream
And I can’t leave this bed
Risk forgetting all that’s been

[Chorus ]

**************************************************************************************************

A very- very cool song from Dido (No Angels).Fraz4_destiny

Its the OST of Roswell, a very cool TV series. Remember when i used to watch it with my sister… Feel like crying when Max and Liz is in trouble.

Anyway, check out this song’s clip in my Friendster profile.

Definitely C O O L!!!

Joyful, Joyful!!!

Tuesday, September 27th, 2005

Joyful, joyful, we adore Thee, God of glory, Lord of love;
Hearts unfold like flowers before Thee, opening to the sun above.
Melt the clouds of sin and sadness; drive the dark of doubt away;
Giver of immortal gladness, fill us with the light of day!

All Thy works with joy surround Thee, earth and heaven reflect Thy rays,
Stars and angels sing around Thee, center of unbroken praise.
Field and forest, vale and mountain, flowery meadow, flashing sea,
Singing bird and flowing fountain call us to rejoice in Thee.

Thou art giving and forgiving, ever blessing, ever blessed,
Wellspring of the joy of living, ocean depth of happy rest!
Thou our Father, Christ our Brother, all who live in love are Thine;
Teach us how to love each other, lift us to the joy divine.

Mortals, join the happy chorus, which the morning stars began;
Father love is reigning o’er us, brother love binds man to man.
Ever singing, march we onward, victors in the midst of strife,
Joyful music leads us Sunward in the triumph song of life.

taken from: http://www.cyberhymnal.org/htm/j/o/joyful.htm

“My lips will shout for joy when I sing praise to You.”

Psalm 71:23

Autumn Falls in Scheveningen

Monday, September 26th, 2005

Autumn telah datang dengan segala romantismenya…

Pohon-pohon yang berbaris rapi di sepanjang jalan dari rumah ke kampus, dengan daunnya berubah menjadi coklat dan berguguran jatuh ke jalan yang tiap hari kulindasi dengan ban sepedaku.

Angin yang semakin dingin berhembus, menawar hangatnya matahari yang mencoba menyapa. Tapi aku tetap di sana, di secret garden-ku, menikmati semua romantisme ini. Aneh, rasanya suasana ini sudah begitu kukenal, as if i’ve been here before, padahal kenyataannya tidak.

Terus mencari-cari, bersama dengan langkah kakiku yang membawaku pulang untuk menghirup Nescafe panas- yang lain rasanya. Mungkin banyak film yang settingnya musim gugur dengan dedaunan yang coklat itu yang membuat aku merasa begitu familiar dengan suasana ini, film Autumn Falls in New York-nya Richard Gere contohnya. Yah, anggaplah itu penjelasannya, kenapa aku merasa begitu familiar dengan autumn ini dan merasa pernah mengalaminya. Padahal ini jelas-jelas autumn pertamaku. Been wondering, adakah dunia paralel itu nyata…

Well, autumn memang indah, aku setuju sekali dengan ci Melan yang juga sangat menyukai musim ini. No wonder banyak film dibuat dengan setting season ini.

Song of the Day

Sunday, September 25th, 2005

WHAT A WONDERFUL WORLD

(George Weiss / Bob Thiele)

I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself, what a wonderful world

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself, what a wonderful world

The colours of the rainbow, so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shakin’ hands, sayin’ "How do you do?"
They’re really saying "I love you"

I hear babies cryin’, I watch them grow
They’ll learn much more than I’ll ever know
And I think to myself, what a wonderful world
Yes, I think to myself, what a wonderful world

***

This song is so GREAT that it has been sang by many singers from various generations… Really love the song, that’s why i always have it in my mp3. Love to play it especially in the morning, while walking through the woods or even in the crowded places. I recall moment of the first time i arrived here… taking the train from Schippol to The Hague and watching sunrise by my window, and listening to this song saying

"What a wonderful world…"

O M G !!!

Wednesday, September 21st, 2005

Well, setelah rangkaian kejadian hari ini yg menyenangkan semua, ternyata malam ini masih ada kejutan lainnya!

Tadi kita rame2 ke bar two blocks away from here, utk ngerayain Manana’s birthday. Barnya lucu deh, i mean, kayak di pelem2 gitu, lengkap dengan meja pool disudut ruangan. There, I talk a lot with Jun… and he’s confessing something that make me don’t think that i can sleep now… Not because of his confession of course… but what he says about the other guy!

Oh… this is like another ‘dream’ come true… I recall that i’ve expect this to happen when i was in indonesia, and i never thought that it will be something real THIS FAST!!!

I guess that i should be carefull with what i’m wishing of…

O M G !!!

“COOL GIRL”

Wednesday, September 21st, 2005

Horray!!! Today is sunny, and i’m so happy for a chain of events that has brigthen up my day…

Firstly, i had a nice breakfast with my dorm mate who happens to be complaining about my voice (but i know deep down he loves it, haha…)

Secondly, I HAVE MY OWN BIKE!!! Warnanya biru, dan ada tulisannya ‘COOL GIRL’, hihi… asik deh. Tingginya juga pas buat aku. Beli di Kringlop, dari eur55 dpt diskon jadi eur 52.5. Belinya diantar si Hao Jun yang lagi edisi care, hehe… Terus kita sepedaan deh ke kampus, aduh senangnya bisa pake sepeda sendiri. Apalagi kan sepedanya nggak tinggi, jadi mudah dikendalikan, hehe…

Thirdly, i have a nice and calming e-mail from a friend who act as if he’s a doctor in psychology! Gee… Shortly after that, i have a nice lunch with him and Mbak Dina. That guy is funny. Finished our lunch, we went to the open space in front of ISS, sunbathing!!! Hihi… udah lama lagi, gak bisa sunbathing…

Fourthly, my Gender Discourses class went so fine, i know that i’m on track and i’m not as bad as i thought i would be (or at least i think so, haha…)

Fifthly, mbak Dina came with a news that the allowance has finally arrived savely in our bank account! Whew!!!! What other things that can make my day brighter? Ini seperti judul buku Jeffrey Sachs, End of Poverty, huahaha…

PRINJESDAG

Tuesday, September 20th, 2005

Today is "Prinsjesdag" or Prince’s Day. Every third Tuesday in September, Queen Beatrix rolls out her Golden Coach, to go to the parliament building in order to read out the "Troonrede" or speech from the throne. In that speech, written by all ministers and edited by our prime minister, she will outline the government policy for the coming year.Dscn6670

It is an event with a lot of ceremony and horses…!

In the afternoon, the minister of finance will announce the budget for the coming year.

(taken from http://www.eerstekamer.nl/)

Tadi selesai kelas 2101 jam 1, hiks…hiks… Queen Beatrix dah lewat wkt itu, jadi ketinggalan. Tapi masih lumayan, masih sempat lihat parade musik dan pasukan2nya, walopun kata Yoshi sih Dscn6665 mainly horses pemandangannya, hehe… Cuma kuda2nya cantik2 lho… kayaknya pada rajin creambath deh, hehe…

Terus di jalanan penuh orang yg pada nonton, kayaknya mereka pada cinta banget deh sama ratunya. Kendaraan2 diblok, termasuk juga trem dan bus2 gak ada yg ‘narik’, makanya aku pulang jalan kaki deh, hehe… Tapi yg pada jalan kaki juga banyak, jadi perjalanan 45 menitan benar2 gak terasa. Mampir ABN AMRO ganti Pincode, trus juga mampir Postkantoor utk beli beberapa postcards.

Pas nyampe rumah dan onlen, aduh senang banget ada sister di list YM, dan gak lama stl kita voice chat, mama juga nggabung. Asik banget deh bisa ngobrol sama mereka, untung microphoneku udah jadi.

Ok deh, banyak daftar bacaan menunggu nih. Juga jurnal yg harus dimasukkin. Hiks…baru juga pertemuan pertama, udah banyak assignments!

One day at a time

Sunday, September 18th, 2005

One day at a time, sweet Jesus

That’s all i’m asking from You

Just give me the strength to do ev’rything what i have to do

Yesterday’s gone, sweet Jesus

And tomorrow may never be mine

Lord help me today, show me the way

One day at a time…

Hari ini aku ke gereja GKIN di Rijswijk dengan ci Melan dan Avisha. Senang banget bisa ketemu sama mereka, dan terlebih mengalami perbaikan gizi selama sehari ini, hihi… Makan panekuken (aduh gimana sih nulisnya) isi keju yg buset….ngenyangin banget, aku sampe gak abis… Lalu di gereja makan kue lagi. Setelah dari gereja, makan lagi di china town. Bener2 deh, perbaikan gizi, sampe bungkusin makanan pulang lagi, hihi… Tapi begitu aku sampe dorm, langsung disambut tatapan mupengnya mas Kris, Daigo dan Yoshi, hihi… siapa juga yg gak mau makan nasi panas sama ayam yg enak itu… Gak papa, itung2 bagi2 berkat hehe… yang penting sambalnya itu lho, enak banget! Langsung kupegang erat2 ^_^

Tapi lebih dari ‘wisata makan’, aku senang banget bisa spent time sama keluarga ci melan… selain banyak dapat tips2, aku juga bisa santai2 aja dengan mereka, gak perlu ja’im2… dan yg terpenting adalah, kerinduanku bicara bahasa Manado terpenuhi sudah, hihi…

Ok deh, udah jam 1 nih, dari tadi aku chatting ama mbak Dina, tentang berbagai kisah ‘cinta’. Wah…. banyak yg complicated, tapi juga banyak yg membuat semangat dan jadi senyum2 sendiri. Hmmm….

Udah ah, time to sleep…