HE Provides…

Satu bulan sudah.

Tanpa homesick,tanpa nightmares, tanpa kekurangan apa-apa.

Tadi aku iseng2 baca imel2 lama dan juga arsip blog-ku bulan2 lalu. Saat aku masih bingung2nya dengan segala hal tentang StuNed, ISS, The Hague dan cara hidup disana. Jadi tersenyum-senyum sendiri… Contohnya, ada senior di ISS yg jadi tempat aku tanya2 dulu, ku kira dia mbak Suci, abis nama imelnya ‘Sucihati’… Eh, akhirnya sekarang aku baru tau, ternyata dia ‘mas’, haha… Pantesan aja kucari2 di ISS sini gak ketemu juga yg namanya ‘mbak Suci’ itu. Waktu itu, seberapapun jelasnya dia, bang Qori ato ci Maureen kasih info ttg ISS, rasanya adaaa aja yang masih perlu ditanyain. Ternyata setelah kubaca sekarang udah jelas banget tuh padahal, hehe…. dogol ya? Tapi kan wajar, setelah mengalami sendiri baru semuanya terasa jelas.

Terus, membaca juga salah satu tulisan blogku saat aku lagi sedih dan bingung… Wkt itu aku takut kalo akan mengalami culture shock? Kenyataannya? Mmm…. culture shock seperti apa ya? Aku justru sangat suka dengan segala keteraturan hidup disini, susu dan es krim yang murah, snickers dan aneka coklat yang selalu ada di mejaku, pofertjes yang enak rasanya… wah, siapa juga gak betah, hihi… ukurannya makanan terus!!! Dulu aku juga bayangin, duh, gak makan nasi sehari tiga kali kuat gak ya? Ternyata? Dua hari gak makan nasi pun gak pa-pa, rotinya ngenyangin banget!

Waktu itu aku juga khawatir gak akan punya teman. Aku nulis "Ngebayangin aku harus menyesuaikan dengan teman2 baru gak tau dari negeri mana yang bisa saja sangat cuek dan self centered". Kenyataanya? Mmm… benar sih teman2 dari berbagai negara, tapi self centered? Noo… Kita disini saling peduli juga kok. Jauh deh dari self centered. Dan aku seneng banget bisa berkenalan dengan orang2 dari berbagai penjuru dunia, dengan nama2 mereka yang susah banget disebut, misalnya fo eno atau guang zou (tau deh kalo tulisannya bener).

Aku juga jadi ingat, waktu pas sampai, aku tuh sempat sedikit kecewa… kok dapat dorm yg jauh dari kampus ya… Waktu baru sampe itu, teman2 yang dapat di Dorus enak banget bisa langsung ‘check in’ dan tidur. Lha aku, mas budi dan mas kris, harus menarik-narik koper kita yang bujubuset banyak banget itu, jauh sampai ke halte Mauritskade, lalu sampe di dorm diantar mas TB. Waktu itu Gondelstraat 31 masih sepiii…banget. Sempat mikir, duh betah gak ya? Eh tapi setelah sekarang kubandingikan, aku bersyukur banget deh bisa kebagian di Gondelstraat ini. Anak2nya rame, dan gak begitu individualistis dibanding yg tinggal di dorm lain. Mungkin bukan masalah individualistis, tapi tepatnya kesibukan saja. Kalo di dorm lain kan penduduknya campur, banyak old batch juga. Old batch kan pada sibuk bikin thesis… mana ada waktu mereka. Kalo di dormku, cuma satu old batch, sisanya new batch semua yg relatif masih punya lebih banyak waktu. Jadinya kita masih bisa kumpul2 dan ngobrol di kitchen, wah, seperti suasana rumah deh. Mana teman2ku disini asik2 smua lagi, gak kurang kasih sayang deh pokoknya.

Well, pokoknya benar2 aku bisa rasakan, ternyata semua gak seseram yang aku bayangkan. Dan thanks God, aku diberiNya semua hal yang kuperlukan, jadi sebulan di Netherlands ini bisa kunikmati dengan senyuman.

Seminggu orientasi udah lewat.

Malam-malam penuh welcome party udah lewat.

Kuliah udah berjalan dengan segala daftar bacaan yang gak ada habisnya, membuat hari2 dan minggu2 seperti terbang, cepat sekali.

It’s been a month. Betah.

3 Responses to “HE Provides…”

  1. Asti Says:

    It’s funny how i already knew what you write on your blog before i read it… I juz finish my class now, and when I was there having the lecture, i was thinking about you and i just got the feeling that you’re coping really well, and it’s true… that’s why I was smiling alone when I read your blog, here on the T.L. Robertson library…
    It’s nothing more relieving than knowing you’re ok, enjoy your life very much, and always find things and reasons to be thankful.
    I just realize how different we are on this particular situation :) But good on you !!! Again, I’m so proud on you and I think that you’re really brave. You’re amazing, sista…
    However, you MAY experience a culture shock later… it’s not always happen within the first time you’re on the new place. You know I’m not trying to scare you or to insist that it will happen… according to my experience, it’s a part of process of interaction with other people, other cultures, etc. My biggest culture shock happened not long ago, and I’ve learned that it depends on where you are, what is the situation, who is involved, and how other people react and vice versa.
    Finally,
    take care…
    and remember, it’s ok not to feel ok sometimes (ini menanggapi refleksimu tentang masa-masa persiapanmu yang kau ceritakan itu). It’s part of our journey… it’s part of our life stories… and definetely, it would be part of our memories…

    cheers
    A

  2. Zhintami Says:

    Well, qta senang le waktu baca ngana p blog that you already comfort there. That’s also my wish, budho. Mungkin le karna ngana so dibekali dengan rasa sadiki nda tau malu dari ngana p teman2 di sini hahaha…sampe akhirnya ngana le nda terlalu susah buat adaptasi. Nikmati jo no apa yang skarang ini ngana rasakan dan jangan lupa untuk slalu bersyukur pa Tuhan atas anugerah yang dia kase pa ngana. Pada saat ngana harus balik ke Indonesia, qta yakin skali kalo ngana mo rassa beraat kase tinggal suasana yang ada di sana. Btw, kumpul euro jo banyak2 deng cari cowok bule (HARUSSSSSS), supaya bale kamari tinggal mo merit hehehe…

  3. Chrysant Says:

    Buat sista, thx utk mengingatkan bhw “it’s OK to feel not OK sometimes” Reminding me that if it happens, there’s nothing wrong with it and its normal.

    Buat shinta, thx juga ne, iyo ada guna juga batamang deng nt orang sabata bagitu, hehe… disini terbukti jadi cpt dpat tman, hehe…

    Kumpul Euro, mudah2an..
    Cari bule, aduh tunggu atiq lagi trauma deng gay!

Leave a Reply